22 Tahun KSPPS Al Huda; Era Digital dan Penguatan Ekonomi Masyarakat.

Siang itu, Yusnia dan ibu-ibu di sebuah desa dengan penghasilan salak yang melimpah berkumpul bersama. Yunia adalah staf marketing dari sebuah koperasi. Ibu-ibu tergabung dalam kelompok pembedayaan komunitas pasar (EMC). Sebuah program dari koperasi di mana Yunia bergabung. Mereka sedang mengolah buah salak menjadi dodol dan stik salak. Desa tersebut bernama Plodongan, Sukoharjo, Wonosobo.

Lain di Plodongan lain juga di desa Depok Kalibawang Wonosobo, di sana ibu-ibu desa tersebut bergiat belajar mengayam dan merajut. Hasilnya adalah tas, sepatu, dompet dan berapa perabotan rumah tangga yang terbuat dari tali dan benang. Selain itu, mereka juga membuat olahan dari ikan lele menjadi nugget.

Enampuluh kilometer dari desa Pludongan, di sebuah bukit di atas Rawa Pening Ambarawa, di dusun Srandil, desa Spakung, pak Turmidi dengan senyum ramahnya menyambut kedatangan kami. Pak Turmidi adalah Kepala Dusun Srandil sekaligus penggerak ibu-ibu dalam mengolah jahe mentah menjadi jahe instan sebagai minuman. Dusun Srandil merupakan penghasil jahe yang cukup besar. Siang itu kami disuguhi jahe hangat olahan ibu-ibu dusun Srandil.

Ketiga kelompok di atas yang sebagian besar pesertanya adalah ibu-ibu yang merupakan kelompok yang mendapat bimbingan dari salah satu koperasi yang ada di Wonosobo. Melalui gerakan pemberdayaan komunitas pasar atau (Empowering Market Community; EMC) yang menjadi salah satu program yang digerakkan oleh koperasi tersebut.

Koperasi tersebut adalah KSPPS A Huda. Lebih familiar dengan sebutan BMT Al Huda.

Berawal dari niat dan tekad, 22 tahun silam, BMT Al Huda didirikan. Adalah Drs. Bambang Ali Rahman Hakim, kala itu seorang pemuda yang bertekad untuk memberikan manfaat bagi masyarakat melalui jalan dakwah ekonomi islam. dari tekad beliaulah kemudian BMT Al Huda hadir hari ini di tengah-tengah masyarakat. Bermula dari modal awal lima ratus ribu rupiah, kini Al Huda mengelola lebih dari 40 ribu anggota. Dengan total pengelolaan lebih dari seratus milyar rupiah. Niat yang baik, serta tekad yang kuat dan keistiqomahan dalam menjalanakan amanah masyarakat memberikan sebuah manfaat yang kini tersebar di 17 cabang BMT Al Huda yang tersebar di enam kabupaten di Jawa Tengah.

BMT Al Huda yang sejak berdiri mengukuhkan diri menjadi sebuah lembaga dakwah yang bergerak dalam ekonomi syariah. Dakwah dengan tujuan menguatkan ekonomi umat untuk mencapai lima tujuan dari maqoshid syariah yang diterjemahkan menjadi lima tujuan syariat; meguatkan ekonomi, pendidikan, keagaamaan, sosial, dan kesehatan.

Metamorfosa BMT Al Huda menjadi satu titik perjalanan dakwah dalam menguatkan ekonomi umat. Di tengah persaingan ekonomi yang semakin ketat dan mengglobal hari ini, BMT Al Huda menjadi sebuah sinar baru yang dapat memberikan kontribusi real bagi masyarakat. Kontribusi tersebut menyebar dari pelosok desa hingga tingkat perkotaan. Hal ini sesuai dengan ajaran agama Islam bahwa  ekonomi (Harta) tidak boleh hanya beredar di kalangan para orang-orang kaya semata.

Dalam rangka mewujudkan pemerataan dan keadilan ekonomi, beberapa gerakan dan program dirancang untuk merealisir tujuan dan cita-cita tersebut. Selain dari penyaluran pembiayaan atau kredit mikro dan ultra mikro, BMT Al Huda memaksimalkan edukasi pada masyarakat tentang ekonomi syariah. Selain itu, gerakan lainnya dalah menguatkan ekonomi rakyat berbasis lokal wisdom atau kearifan lokal. Sebagaimana kita ketahui bahwa disetiap daerah dan desa mempunyai potensi alam yang dapat dimanfaatkan dengan arif dan bijaksana untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Potensi-potensi tersebut jika dikelola dengan baik, disertai dengan kualitas SDM yang mumpuni dan ditopang dengan kemajuan tekhnologi akan menjadi sarana untuk meningkatkan kekuatan ekonomi rakyat. Dengan ini harapan akan ekonomi rakyat yang berdaulat dapat tercapai. Para pemuda dan masyrakat desa tak perlu lagi hijrah ke kota, desa dengan sendiri menjadi kekuatan ekonomi. Hal ini perlu segera dimulai. Dan BMT Al Huda telah memulai hal tersebut.

Salah satu upaya untuk mewujudkan tujuan tersebut, BMT Al Huda menyipakan sumberdaya Insani yang kompeten dan mempunyai visi ke depan yang selaras dengan visi Al Huda. Sumber daya insani Al Huda sebagian besar adalah para pemuda atau generasi milenial menjadi ujung tombak atau para da’I yang siap membangun peradaban.

Direktur KSPPS AL Huda, Sunarno Eko Supranoto dalam setiap kesempatan menyampaikan bahwa, para pemudalah yang akan membangun negeri ini kedepan, pemuda juga yang akan mewujudkan peradaban gemilang. Dan itu membutuhkan pemuda yang memunyai komitmen, kompeten, dan loyalitas. Prasyarat inilah kemudian diharapkan mejadi jati diri para sumber daya insani Al Huda dan diharapakn menjadi inspirasi bagi para pemuda lainnya dan masyarakat pada umumnya. Jika ini terpenuhi, maka perdaban yang gemilang menjadi sebuah keniscayaan.

Dalam rentang waktu 22 tahun, BMT Al Huda berupaya mengeratkan dan menguatkan sosial masyarakat. Upaya tersebut dilakukan melalui program membangun keluarga utama  (MKU) di setiap cabang BMT Al Huda. Kini, puluhan kelompok MKU telah tersebar di berbagai cabang dengan agenda pertemuan rutin selama satu minggu dan satu bulan sekali. Di dalam kelompok tersebut digelar beragam edukasi, kegiatan ekonomi, Ta’awun, yang nantinya akan bemanfaat untuk kepentingan kelompok atau jamaah tersebut.

Hari ini zaman telah memasuki sebuah era baru dalam dunia tekhnologi industri. Sebuah era yang serba cepat dan serba tersambung. Dalam rangka memfasilitasi para anggota dan mengembangkan kualitas layanan serta program dan gerakan dakwah ekonomi, Al Huda turut memasuki dunia digital. Hingga hari ini, Al Huda memiliki Market Place untuk para anggota, Al Huda Link yang di dalamnya tercakup PAyBMT, yang memudahkan anggota bertransaski melalui dunia digital.

Agenda penting di tahun kemajuan tekhnologi ini adalah menguatkan ekonomi rakyat atau UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah).  Dengan masuknya tekhnologi dalam usaha diharapkan mampu mendongkrak daya saing usaha rakyat serta daya jual masyarakat hingga mata rantai penjualan dapat dipangkas dan harga serta keuntungan dapat ditentukan dengan sendirinya.

Kini Al Huda telah melewati 22 tahun perjalanan dan perjuangannya menebar dakwah ekonomi syariah. Sebuah jalan yang tak mudah. Butuh kekuatan, kesabaran, dan keistiqomahan dalam mewujudkan cita-cita mulianya.  Sebuah cita yang selalu didengungkan oleh Drs. Bambang Ali Rahman H., “dimanapun Al Huda berdiri, Hendaklah Ia memberikan manfaat bagi masyarakat sekitarnya”.

Semua gerakan serta program yang telah dirancang oleh AL Huda ini, diharapakan menjadi sebuah gerakan seperti matahari, memberikan energi, kehangatan, ketentraman, dan terus melayani tanpa henti. Dan 22 tahun Al Huda adalah fase baru dalam memajukan ekonomi rakyat. Wallahua’lam bisshawab.